Arsip

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Meningkatkan minat membaca

Juragan sekalian lagi bingung mencari cara meningkatkan minat membaca? Baik untuk diri anda sendiri maupun anak anda? Nah di posting kali ini saya akan membahas bagaimana meningkatkan minat membaca.

Tips Meningkatkan Minat Membaca:

1. Sediakan dan luangkan waktu untuk membaca ( paksa diri anda untuk membaca ). Paling tidak 1 jam. Mengapa? Hal ini rupanya membentuk kebiasaan kita ( merubah kepribadian kita ). Merubah kebiasaan memang susah, karena sifat manusia memang suka dengan zona nyaman. Untuk hal ini, juragan bisa membaca apapun! Berita, komik, majalah, koran, maupun kitab juragan!

2. Sugestikan dan orientasikan bahwa membaca akan menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan bagi juragan! Sudahkah juragan memahami apa yang juragan sukai dan senangi? sehingga bisa merubah kebiasaan dan sugesti maupun orientasi juragan yang tadinya buruk menjadi baik? Misal juragan suka mengenai hal-hal yang terkait dengan motor, juragan bisa membaca artikel tentang motor, bengkel, modifikasi dan sebagainya.

3. Motivasi diri juragan bahwa membaca akan meningkatkan pengetahuan juragan. Setujukah juragan bahwa membaca itu akan menambah ilmu dan pengetahuan juragan? Pernahkan juragan merasa terlambat untuk mengetahui sesuatu? Belum tentu orang itu lebih pintar daripada juragan, tapi sebenarnya karena dia lebih tahu dahulu ( misal dengan membaca ).

4. Cari lokasi yang menurut juragan nyaman dan menyenangkan untuk membaca! Lokasi yang membuat kita nyaman akan cenderung membuat kita mudah menghayati dan mendalami sesuatu, hal ini karena diri kita merasa konsentrasi kita bisa penuh saat di lokasi yang tepat. Lokasi yang juragan pilih bisa di ruang baca, ruang tamu , perpustakaan, halaman rumah, dsb.

5. Gunakan waktu luang juragan untuk berjalan-jalan ke pameran buku ataupun toko buku. Mengapa? Ya karena di tempat inilah juragan akan dengan mudah menemukan sesuatu yang baru, terutama buku.

6. Manfaatkan Internet. Jika juragan memiliki akses internet, manfaatkan akses ini untuk mencari artikel yang juragan sukai. BIsa melalui berita, website, maupun blog-blog.

Selamat mencoba gan! Kalo agan punya masukkan silakan tambahkan dan share komentar agan-agan semua!

Cara Daftar Search Engine

Mei 19, 2010 8 komentar

Ingin Blog atau web juragan dikunjungi banyak orang? Mudah saja, hanya dengan datar ke search engine web maupun blog juragan akan semakin mudah ditemui orang dengan bantuan search engine. Search Engine disini adalah sebuah situs yang menawarkan jasa pencarian informasi dengan kata kunci tertntu.

Untuk posting kali ini saya akan berbagi informasi cara mendaftarkan blog atau web kita ke search engine seperti Google, Yahoo, MSN.

1.Daftar ke Search Engine GOOGLE

Google merupakan salah satu search engine terpopuler saat ini. Banyak orang mengistilahkan Mbah google karena dianggap banyak tahu informasi mengenai suatu hal. Mau tahu cara daftar di Search Engine GOOGLE ? Tahap yang peru juragan lakukan adalah dengan mengklik alamat berikut : http://www.google.com/addurl/
dihalaman tersebut terdapat 3 kolom yang perlu anda isi, antara lain :
URL : isikan alamat website atau blog juragan disini, misal : http://dedewinasis.wordpress.com atau http://www.oneklikpulsa.com
Comments : isikan informasi mengenai blog atau website juragan.
Optional (Character box) : isikan kode Verifikasi (untuk memastikan bahwa juragan bukanlah spam ataupun robot).

2. Daftar ke Search Engine Yahoo

Mau tahu cara daftar di Search Engine Yahoo ? Tahap yang peru juragan lakukan sedikit berbeda dengan search engine google, yakni Juragan perlu memiliki account yahoo terlebih dahulu! Jika juragan sudah memiliki account yahoo mulailah dengan dengan  mengklik alamat berikut : https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit kemudian pilih menu Submit a Website or Webpage.
URL : isikan alamat website atau blog juragan disini, misal : http://dedewinasis.wordpress.com atau http://www.oneklikpulsa.com
kemudian klik submit URL.  Mudah sekali khan!

3. Daftar ke Search Engine MSN

Cara mendaftar di Search Engine MSN ini semudah daftar pada Search Engine Google. Juragan cukup ketik alamat berikut http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2 kemudian muncul halaman dengan kolom isian sebagai berikut :

Character box : isikan kode Verifikasi sesuai dengan huruf atau angka yang terdapat pada box(untuk memastikan bahwa juragan bukanlah spam ataupun robot).
URL : isikan alamat website atau blog juragan disini, misal : http://dedewinasis.wordpress.com atau http://www.oneklikpulsa.com

Nahhh mudah sekali khan gan? Silakan dicoba kalau blog  atau web juragan ingin dikenal orang. Langkah ini  merupakan salah satu langkah dasar dari SEO. Yakni dengan metode off page SEO. Semoga bermanfaat!!! Selamat mencoba!!

6 KESALAHAN FATAL FACEBOOKER

Mei 13, 2010 3 komentar

Waktu mau buka email, Yahoo menyajikan sebuah judul informasi yang menggoda saya! Yakni dengan judul 6 KESALAHAN FATAL FACEBOOKER! Humm sepertinya ini memang bermanfaat bagi Juragan-juragan yang ingin bereputasi baik! Silakan dibaca!

Menurut survey, 30% perusahaan menggunakan Facebook untuk menilai calon pegawainya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account Anda. Hindari 6 kesalahan fatal di bawah ini.

1. Foto profil yang kurang “sopan”
Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan Anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh calon atasan, imej profesional Anda akan langsung runtuh.

2. Mengeluh tentang pekerjaan
Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika Anda melakukannya di forum publik, lain lagi ceritanya.

3. Menulis sesuatu yang bertentangan dengan isi CV
Anda menulis 1984 sebagai tahun lahir Anda di dalam CV. Tapi di Facebook, tahun lahir Anda 1979. Sekecil apapun perbedaan data diri tersebut, Anda beresiko dicap tidak jujur. Minimal ceroboh dan tidak teliti.

4. Menulis status “mengadu”
Hati-hati saat menulis status seperti, “Tommy nggak masuk hari ini karena “sakit”, padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk.” Bukan hanya nama baik teman Anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas Anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

5. Tidak menggunakan fasilitas Privacy Setting
Kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dsb. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

6. Pencemaran nama baik
Anda sudah menjaga halaman Facebook Anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto Anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag Anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook Anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan. Nah…di posting erikutnya saya akan membahas point penting di nomor 6 ini.

Semoga bermanfaat!

Perbedaan Mesin ATM

Mei 11, 2010 11 komentar

Mengingat kunjungan ke blog saya beberapa dikarenakan search engine dengan keyword yang menyangkut alat bantu keuangan ini, untuk posting kali ini saya akan membahas perbedaan mesin atm dan beberapa bagian perbedaanya dengan mesin setoran tunai, alias CDM (cash deposit machine).

Selain alasan diatas, beberapa diantaranya dikarenakan hal-hal yang saya temui di area setor tunai, yakni masih banyak masyarakat kita yang masih belum memahami dan mengerti tentang mesin ini, baik anatomi alias bagian-bagian yang sangat diperlukan untuk diketahui, dan cara menggunakannya. Yuuk kita bahas perbedaan antara mesin ATM yang sudah semenjak lama hadir di negeri ini, yang sering kita temui dan kita gunakan.

1. ATM ( Auto Teller Machine )

Fungsi Mesin ini bertugas untuk membantu para nasabah bank untuk mendapatkan uang cash dari saldo yang terdapat di dalam rekeningnya.  Namun, mesin ini juga berfungsi sebagai alat bantu nasabah sebuah bank untuk melakukan transfer saldo ke rekening tujuan (rekening orang lain, perusahaan). Selain itu, mesin ini juga berfungsi sebagai alat bantu pembayaran, seperti pembayaran rekening listrik, air, dan sebagainya.

Sekarang mari kita mengenal anatominya yuuuk :D

1. Tombol menu, yakni tombol yang dapat kita tekan saat kita menginginkan selah satu pilihan menu yang ditawarkan pada monitor.
2. Tempat keluarnya struk (bon) bukti transaksi kita
3. Tempat memasukkan kartu ATM anda
4. Tombol menu angka dan koreksi.
Tombol angka untuk mengetikkan kode rahasia (PIN) anda ,
Cancel : Untuk menggagalkan transaksi/ membatalkan pilihan,
Corr(correction) : Untuk mengoreksi kesalahan anda, misal kesalahan pengetikkan nominal uang;,
Enter : Untuk meneruskan transaksi (memilih tawaran yang dilakukan mesin ATM).
5. Mulut Mesin, yakni tempat mesin mengeluarkan uang.

2. ATM ( Auto Teller Machine ) CDM (Cash Deposit Machine) / ATM setoran Tunai

Secara umum anatomi mesin setoran tunai hampir sama dengan mesin ATM yang biasa kita temui.

Namun Terdapat perbedaan antara keduanya, yakni :

1. Secara prinsip fungsi terdapat perbedaan, yakni

ATM : Untuk mengambil uang, memindahkan saldo, sedangkan
ATM CDM : Untuk memasukkan uang, baik ke rekening sendiri maupun orang lain.

2. Pada ilustrasi,  point nomor 5. Yakni, untuk mesin ATM yang sering kita temui adalah berupa mulut yang mengeluarkan uang. Biasanya berbentuk kecil. Sedangkan ATM CDM berupa mulut yang dapat membuka lebar ( hingga satu telapak tangan masuk). Masih bingung? Yuuk kita lihat ilustrasinya :

Gambar diatas adalah gambar mesin ATM CDM milik Bank BCA

Gambar diatas adalah gambar mesin ATM CDM milik Bank Mandiri

Nah…silakan juragan perhatikan, untuk point nomor 5 (Dengan lingkaran warna putih) adalah mulut mesin setoran tunai.
Apakah juragan cukup memahami??? Untuk lebih jelas cara pemakaian mesin setoran tunai, silakan klik posting saya, cara setoran tunai di bca. Semoga bermanfaat gan!!

Jangan lupa baca ini juga yaa :  ————————————————————————————————————-

Artikel terkait :

1. Tips setoran tunai
2. Perbedaan mesin ATM (vs mesin CDM)
3. Lokasi mesin setoran tunai BCA
4. Cara setoran tunai di BCA

Jadwal Kereta api

Mei 9, 2010 7 komentar

Yuuuuk yang butuh jadwal kereta api,,,,,,

Jadwal Kereta

Kereta Dari Tujuan Jam
Argo Lawu Solo Jakarta 08.57
Argo Lawu Jakarta Solo 02.46
Argo Dwipangga Solo Jakarta 20.47
Argo Dwipangga Jakarta Solo 14.56
Taksaka II Yogyakarta Jakarta 10.00
Taksaka Pagi Jakarta Yogyakarta 15.35
Taksaka I Yogyakarta Jakarta 20.00
Taksaka Malam Jakarta Yogyakarta 03.49
Fajar Utama Yogya Yogyakarta Jakarta 08.00
Senja Utama Yogya Yogyakarta Jakarta 18.30
Senja Utama Solo Solo Jakarta 18.51
Jayabaya Selatan Surabaya Jakarta 20.19
Bima Surabaya Jakarta 21.40
Gajayana Malang Jakarta 22.46
Argo Wilis Surabaya Bandung 12.09
Lodaya Solo Bandung 21.17
Mutiara Selatan Surabaya Bandung 22.27
Turangga Surabaya Bandung 23.34
Sancaka II Yogyakarta Surabaya 07.15
Argo Wilis Bandung Surabaya 13.51
Sancaka I Yogyakarta Surabaya 16.00
Jayabaya Selatan Jakarta Surabaya 22.20
Gajayana Jakarta Malang 00.35
Mutiara Selatan Bandung Surabaya 01.04
Bima Jakarta Surabaya 01.16
Turangga Bandung Surabaya 01.31
Senja Utama Solo Jakarta Solo 04.12
Senja Utama Solo Yogyakarta Solo 04.17
Lodaya Bandung Solo 15.19
Lodaya Yogyakarta Solo 15.24
Prameks 2 Yogyakarta Solo 06.50
Prameks 4 Yogyakarta Solo 09.45
Prameks 6 Yogyakarta Solo 13.00
Prameks 8 Yogyakarta Solo 16.10
Prameks 10 Yogyakarta Solo 18.52
Senja Utama Yogya Jakarta Yogyakarta 04.46
Sancaka Pagi Surabaya Yogyakarta 13.05
Fajar Utama Yogya Jakarta Yogyakarta 14.00
Sancaka Sore Surabaya Yogyakarta 20.53
Prameks 1 Solo Yogyakarta 06.41
Prameks 3 Solo Yogyakarta 09.26
Prameks 5 Solo Yogyakarta 12.45
Prameks 7 Solo Yogyakarta 15.43
Prameks 9 Solo Yogyakarta 18.35
Logawa Jember Purwokerto 15.21
Progo Yogyakarta Jakarta 17.00
Bengawan Solo Jakarta 18.38
Gaya Baru Malam Surabaya Jakarta 20.06
Pasundan Surabaya Bandung 12.15
Kahuripan Kediri Bandung 22.08
Kahuripan Bandung Kediri 03.35
Sri Tanjung Yogyakarta Banyuwangi 07.30
Logawa Purwokerto Jember 09.22
Pasundan Bandung Surabaya 14.24
Gaya Baru Malam Jakarta Surabaya 21.44
Progo Jakarta Yogyakarta 06.20
Bengawan Jakarta Solo 05.30
Sri Tanjung Banyuwangi Yogyakarta 19.57

Menculik Miyabi jadi Tayang!

Wah juragan…..Malam ini saya berniat makan keluar dan nonton neh sama temen kost. Nah omong punya omong mumung Online, kita membicarakan apa yang mau ditonton. Setelah membuka www.21cineplex.com…betapa terkejutnya saya…..Ternyata film Menculik Miyabi jadi tayang di Indonesia! Hummm…. sepertinya Film ini jadi tembus juga setelah mengalami beberapa tantangan. Hummm…..Seperti kita ketahui, bagaimana pemboikotan terhadap pembuatan film ini. Hingga depkominfo pun sampai terkena dampaknya.

Dengan melihat adanya film Menculik Miyabi ada di jadwal tayang, berarti menandakan bahwa film ini sukses menyusup diantara gencarnya pemberitaan. Saat itu…saat ramai-ramainya film menculik miyabi di boikot, malah kelolosanlah film yang dibintangi pemain film bokep dari Asia yang tampil dalam Film Suster Keramas. Nah…giliran masyarakat sudah tenang..ternyata film ini jadi lanjut pembuatannya. Mestinya dengan diam-diam..dan diam seribu bahasa. Hahahaha :D Penasaran neh Filmnya kaya apa…. Tunggu postingan saya setelah saya nonton yaa!!! hheheehehe :D

Lebay

Mei 6, 2010 3 komentar

Lebay, kata yang akhir-akhir ini sering kita dengar. Arti dari kalimat tersebut tak lain dan tak bukan adalah “berlebihan”. Sesuatu yang dimaksud berlebihan akhir-akhir ini sering diartikan dengan lebay. Penyakit itu nampaknya sedang melanda saya. Di ruangan kerja saya, Pengguna Laptop dengan lambang buah apel digigit ini memang hanya saya. Macintosh sendiri memiliki lambang dua wajah tersenyum saling berhadapan. Nah, kebetulan suatu saat saya melihat penjaja kaus kaki di pinggir jalan menjual kaus kaki dengan lambang dua wajah tersebut. Pikiran saya, “ahaaa…matching alias cucok sekali dengan laptop saya…!!” hahahaha….lalu saya beli.hehe…harganya 10 ribu dapet 3 pasang gan!! hahaha..buat beli laptopnya bisa dapet 2000 pasang! hahahaha

Di laptop ini, explorer yang biasanya pada windows disebut windows explorer, untuk macbook alias laptop ini istilahnya adalah “finder”. Logo kaus kaki itu di sini terlihat sama dengan logo finder tersebut. Kembali ke lebay tadi… Saya memakai kaus kaki itu…dan mendapat komentar ” lebay”…ahahahahahahaha…Biar tambah lebay…saya foto sekalian deh….hahaha

Categories: Uncategorized Tag:, ,

Tebak tebak siapa juara moto gp jerez 2010

Mei 2, 2010 1 komentar

Sirkuit Jerez menjadi perhelatan moto GP 2010 seri ke 2 setelah GP Motegi diundur karena adanya Larangan terbang di daratan Eropa akibat adanya aktivitas Gunung berapi di Islandia yang mengganggu kondisi udara daratan Eropa. Penasaran siapakah yang akan memenangi seri ke dua ini. Sebelum kita bahas lebih lanjut kita lihat hasil QTT GP Jerez.

List Hasil QTT Moto GP Jerez Spanyol.

1. 26 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team 1’39.202
2. 99 Jorge LORENZO SPA Fiat Yamaha Team 1’39.487
3. 27 Casey STONER AUS Ducati Marlboro Team 1’39.511
4. 46 Valentino ROSSI ITA Fiat Yamaha Team 1’39.558
5. 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Marlboro Team 1’39.560
6. 14 Randy DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP 1’39.591
7. 5 Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 1’39.970
8. 11 Ben SPIES USA Monster Yamaha Tech 3 1’39.989
9 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team 1’40.021
10. 33 Marco MELANDRI ITA San Carlo Honda Gresini 1’40.027
11. 65 Loris CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP 1’40.206
12. 7 Hiroshi AOYAMA JPN Interwetten Honda MotoGP 1’40.322
13.19 Alvaro BAUTISTA SPA Rizla Suzuki MotoGP 1’40.416
14. 40 Hector BARBERA SPA Paginas Amarillas Aspar 1’40.482
15. 41 Aleix ESPARGARO SPA Pramac Racing Team 1’40.555
16. 58 Marco SIMONCELLI ITA San Carlo Honda Gresini 1’40.586
17. 36 Mika KALLIO FIN Pramac Racing Team 1’40.803

Seperti apa sih Circuit Jerez itu?

www.mcnews.com.au/.../ Rnd_3/Jerez_History.htm

Tentang Circuit Jerez

  • Panjang 4,428 meters
  • Lebar 11m
  • Track Lurus 600m
  • 15 tikungan/corners (9 kanan / 6 kiri)
  • 1 chicane

Tebak siapa juaranya ya??

Musimkali ini sepertinya akan menjadi musim kelas para raja yang sangat menarik, Sirkuit jeres akan menjadi saksi mata peperangan beberapa pembalap asal Spanyol. Nah siapakah yang akan memenagi race kali ini? mari ita lihat peluang 4 pembalap terdepan yuuuk :D

1. Dani Pedrosa.

Dani Pedrosa dengan Repsol Honda menguasai track dengan baik. Selama kualifikasi keduanya pun terlihat sangat dominan. Hal ini tak lepas dari support pendukung sang tuan rumah ini.  Pedrosa pun sangat hapal benar dengan lekuk sirkuit ini, mengingat dia adalah tuan rumah di negara matador ini.Tahun 2008 Pemilik nomor start 26 ini memenagi Moto GP untuk pertama kalinya, di tahun 2009 menjadi runner up di belakang Valentino Rossi. Pembalap kecil ini memiliki karakter yang suka ngacir menjau jika berada di depan, namun keberadaan pembalap dibelakangnya akan sangat  mempengaruhinya setelah berhasil menyalipnya. Entah kenapa dengan pembalap ini. Setiap di depan lalu di overtake pembalap di belakangnya kemudian performanya memburuk. ( kaget dan degdegan kali ya?) .Nah bagaimana aksi dia nanti? kita lihat saja!! :D

2. Lorenzo
Pada musim ini terdapat dua jagoan Sanyol yang sangat berbakat, Keduanya berada di team besar seperti Honda dan Yamaha. Dani Pedrosa pada Repsol Honda dan Lorenzo pada Fiat Yamaha. Keduanya menguasai track dengan baik. Selama kualifikasi keduanya pun terlihat sangat dominan. Lorenzo performanya sangat-sangat baik sekali akhir-akhir ini. Di seri pertama cukup menggambarkan seberapa dia patut diperhitungkan. Tahun lalu pembalap ini cukup cemerlang, namun akibat kehilangan grip ban depan dia terjatuh.

3. Stoner
Tahun lalu pria asal Australia ini naik podium ke 3 di bawah Rossi dan Pedrosa. Kiprahnya tahun lalu secara keseluruhan kurang bagus, mengingat cidera yang berkepanjangan mendera. Namun, pembalap muda ini tetap menjadi pembalap yang sangat hebat. Kepiawaiannya menaklukkan Ducati membawanya menjadi pembalap yang diperhitungkan oleh Vale sang pembalap yang menjadi pembalap tersukses di Jerez. Stoner akan start di baris 1. Biasanya pembalap ini jika tidak melakukan kesalahan di saat start akan menjadi pembalap tersepan lalu memimpin selama balap. Namun who knows? Pesaingnya adalah 2 pembalap tuan rumah asal spanyol.

4. Rossi
Lalu bagaimana dengan The Doctor Valentino Rossi? Untuk seri kali ini dia akan start di baris ke dua setelah menyelesaikan QTT berada di urutan ke 4 setelah ke tiga rivalnya Pedrosa, Lorenzo dan Stonner. Rossi sendiri memiliki kans yang sangat besar. Mengingat dia telah memenangi 7 seri di Jeres. Pada tahun 1999 Rossi menjadi juara di kelas 250cc. Setelah itu seemenjak tahun 2000 dia naik selalu naik podium  (kecuali seri tahun 2004 finish ke 4, dan di 2006 terjatuh dan melanjutkan race dengan finish di posisi 14).

Nah, setelah membaca sedikit ulasan di atas, silakan juragan menebak siapakah pemenangnya sore nanti!!!

Istilah-istilah dalam Fotografi

April 8, 2010 15 komentar

Humm,,,, Kepingin nih punya hasil jepretan foto yang bagus-bagus. Selama ini hanya memakai hp dengan spek 3 Mega Pixel saja,,, Kadang pake kamera digital (tapi cuman poket)…Hehehehe :D . Mumpung saya belum punya kamera mahal neh, dan saya menemukan sebuah iklan kamera Canon EOS 500D yang cukup menarik. Memang hanrga yang sangat menggoda. Tapi belum saatnya membeli nih, sebelum itu sepertinya perlu saya catet dan saya bagikan ke juragan-juragan semua! Monggo dinikmati…

Istilah-istilah yang banyak dijumpai dalam dunia fotografi:

A : Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis. Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis setelah pemotret memilih suatu kecepatan (shutter speed) atau sebaliknya.

AF : singkatan dari auto focus, yaitu cara kerja kamera tanpa mengharuskan pemotret memutar-mutar sendiri penemu fokus(jarak). Sistem ini bekerja setelah pemotret menekan tombol “on” pada perintah fokus.

AL servo AF : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.

Angle of view : Sudut pandang atawa sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto

Aperture diafragma : yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.

Aperture priority auto exposure (A) : pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu, kecepatan rana akan bekerja otomatis.

Artificial light : cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.

ASA : singkatan dari american standar assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika. Kecepatannya diukur secara aritmatis.

Auto Program (P) : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.

Auto winder : motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.

Back light : Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi “rim light” atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.

Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.

Birds eye view : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.

Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik.

Blitzlichtpulver : Cikal bakal lampu kilat. Terbuat dari beberapa campuran bubuk diantaranya magnesium dan potassium chlorade yang dapat memancarkan cahaya bila disulut.

Blur : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.

Bottom light : Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.

Bounce Flash : Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). Cara paling efektif yang dapat dicoba adalah memantulkan pancaran sinarnya kesudut lain sebelum cahaya itu mengenai objek pemotretan. Teknik pencahayan ini cocok untuk menghasilkan penyinaran lunak.

Bracketing : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).

Built-in diopter : Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Berguna bagi pemotret berkacamata.

Bulb, B(ulb) bolam : Sarana kecepatan rana yang sangat lambat dikamera yang digunakan untuk memotret objek. Lama membuka rana ditentukan oleh pemotret, yaitu dengan menekan lalu melepas tekanan pada tombol shutter.

C : Singkatan dari continuous,yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik).

Candid camera : foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi2 sehingga objek foto tidak menyadarinya. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya.oleh Karen itu pemotret harus ekstra tekun, jeli,teliti dan sabar.

CCD : singkatan dari charge couple device,yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)

Center of focus : pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto.

Center weight : pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.

Coating : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa.Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya, mjsalnya jamur.

Cold tone : warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.

Color balance : keseimbangan warna.

Composition : komposisi, yaitu penempatan atau penyusunan bagian2 sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang.

Continuous light : lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).

Contrast : kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.

Cropping : pemadatan/pemotongan gambar dalam foto atau sesuatu yang tercetak dengan membuang bagian2 tertentu yang kurang dikehendaki.

Density : densitas atau kepekatan dalam fotografi.istilah ini menyatakn tebal-tipis lapisan perak yang melekat pada film. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.

Depth : kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.

Depth of field : bagian yang tampak tajam (tidak buram) dan jelas,yang berada dalam jangkauan tertentu. Biasanya juga disebut sebagai ruang tajam.

Diaphragm : diafragma,yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Lubang lensa ini dibentuk dari kepingan2 logam tipis yang berada didalam atau dibelakang lensa. Bisa diciutkan atau dilebarkan.

Distortion : distorsi,yaitu penyimpangan bentuk. Pada fotografi biasa terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.

Fill in Flash : Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat,
lampu ini tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian gelap dari objek, misalnya bayangan pada pemotretan diluar ruangan.

Film : Media untuk merekam gambar. Gambar dibuat diatas dasar yang fleksibel dan transparan.
Film terdiri dari lapisan tipis yang mengandung emulsi peka cahaya, diatas dasar yang fleksibel dan transparan. Emulsi sendiri terdiri dari perak halida, yaitu senyawa yang peka cahaya.

Film Frame Counter : Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.

Film transparency : Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan
untuk keperluan iklan, pers, dll. Tujuannya adalah mendapatkan ketajaman dan warna gambar yang baik.

Filter : Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang mempunyai ketebalan rata; dipasang pada ujung tabung lensa.

Fix Lens : Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.

Flash : Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.

Flash exposure compensation : Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.

Focus ring : Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.

FPS : singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.

GN : Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalm meter taau feet) dan diafragma.

High angle : pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.

High-Key photo : sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.

High light : bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.

Honeycomb : Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.

Hot shoe : sepatu panas. terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.

Image : gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.

Incident light metering : Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.

Infinity : jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.

Infrared : inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.

ISO : singkatan dari international standart organization, yaitu badan yang berwenang memberikan standar untuk kategori film yang digunakan didunia fotografi.

JIS : singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.

Lens : Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.

Lens Hood : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal. Cahya seperti ini akan menimbulkan efek flare (bintik cahaya putih) pada foto.

Light contrast : Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya. Hal yang paling mempengaruhi kontras cahaya adalah besar kecilnya sumber cahya.

Light meter : Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.

Long Shot : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.

Low angle : Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.

LT : Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.

Macro : Makro. Pengertian makro dalam fotografi adalah saran untuk pemotretan jarak dekat. Fotografi makro akan menghasilkan rekaman objek(pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1), atau paling tidak setengah besar objek aslinya (1:2). Namun, lensa zoom yang mempunyai fasilitas menghasilkan rekaman objek seperempat besar benda aslinya (1:4) juga sudah bisa dikatakan makro.

Macro Lens : Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek). Umumnya dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan minim distorsi.

Magnification : Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.

Main light : Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.

Medium format camera : Kamera format medium, yaitu jenis kamera SLR yang menggunakan jenis film 120 mm. Dibandingkan dengan kamera format kecil, kamera ini mempunyai keunggulan dalam pembesaran cetakan.

Medium shoot : Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari. Bisa digunakan untuk pemotretan berobjek orang, kira2 sebatas pinggul keatas.

Metering : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot

Metering center weight : Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar

Metering matrix : Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu

Metering spot : Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.

MF : singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.

Microphotography : Fotografi yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.

Monopod : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”

ND Filter : Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.

Nebula Filter : Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.

Non-reflex camera : kamera non refleks yang tidak menggunakan cermin putar. Contohnya adalah kamera kompak atau kamera langsung jadi (Polaroid)

Normal lens : Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.

Obscura : Cikal bakal kamera zaman sekarang. Prinsipnya dalam sebuah kamar gelap yang tertutup lubang (pin hole). Jika kamera obscura dihadapkan ke benda yang diterangi cahaya, sebuah gambar proyeksi terbalik dari benda tersebut akan tampak pada dinding yang berhadapan dengan lubang.

Optical Sharpness : ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.

Optik : berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)

Overexposure : kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total. Bila kepekatan bagian ini melampaui batas, hasil cetak foto akan menjadi abu2; bagian high akan menjadi putih.

Overhead lighting : sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.

Override : Penyimpangan dari pengaturan otomatis. Tujuannya agar pemotret dapat mengatur kamera secara manual.

POLARIZING COLOR FILTER :Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.

POLARIZING CONVERSION FILTER :Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B). Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.

POLARIZING FIDER FILTER :Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.

POLARIZING CIRCULAR FILTER: Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.

POLARIZING FILTER : Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.

POP UP FLASH: Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.

RAINBOW FANTASI FILTER : Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. Tiap-tiap berkas sinar akan bertepi pelangi.

RANA : Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.

RANA CELAH:Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Yang vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.

RANA PUSAT :Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma. Menutupnya dengan cara memusat.

RELEASE CABLE :Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter dari jarak beberapa meter dari kamera.

RELOADABLE TO LAST FRAMER : Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi terakhir yang terpakai.

REMBRANDT LIGHTING : Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. Pencahayaan tersebut berasal dari nama pelukis Belanda Rembrandt.

REMOTE : Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.

RESOLUTION : Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).

RETINA : Selaput peka sinar dari mata atau salah satu merek kamera keluaran kamera.

RETOUCH : Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.

REVERSE ADAPTER: Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Dengan alat ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan makro dengan hasil yang cukup baik.

SECOND CURTAIN SYNC: Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.

SELF ADJUSTING : Penyesuaian (diri).

SELF TIMER : Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10 detik.

SENSE OF DESIGN : Perasaan atas komposisi. Estetika dalam nirmana datar warna.

SEPIA TONER : Pewarna coklat/sawo.

SEQUENCE : Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.

SHADE :Teduh, bayangan yang tak berbentuk.

SHADOW :Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang membayang.

SHAPE :Bidang, suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis, baik berupa segi tiga, lingkaran, elips, dll. Namun selain itu bisa juga dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume.

SHARPNESS :Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Ketajaman ini ditentukan dengan jumlah garis per milimeter.

SIDE LIGHT :Cahaya dari samping, yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek, baik kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. Pencahayaan seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Umumnya digunakan untuk menampilkan foto-foto yang berkarakter, misalnya foto potret (portrait).

SIDE LIGHTING :Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera. Arah datangnya sinar seperti ini akan menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik. Bayangan yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo dari muka terang dan separo lagi gelap.

SINGLE LENS REFLECT :Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. Apa yang terlihat pada jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya.

SHUTTER SPEED : Lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.

SINGLE POINT READING :Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.

SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S) :Sandi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo, maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan ditekan hingga terekam satu bidikan.

SKALA : Perbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.

SLAVE UNIT :Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.

SMALL FORMAT CAMERA : Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Karena itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. Jenis maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi yang menggunakan film jenis negatif. Namun kekurangannya, untuk hasil pencetakan besar, maksimal hanya seukuran majalah.

SNAPSHOT: Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Cara ini umumnya digunakan untuk membuat foto human interest, sehingga menghasilkan foto yang apa adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat.

SNOOT: Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio. Umumnya menghasilkan cahaya yang tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar.

SNOW CROSS, STAR SIX FILTER : Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar.

SOCKET:Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan penutup.

SOFT SCREEN (LENS):Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya.

SOFT FOCUS LENS :Lensa yang berdaya lukis lembut.

SOFT SPOT FILTER: Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda.

SOFT TONE FILTER: Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan ketajaman dan mengubah warna, juga tidak mengubah bentuk. Kontras pun menjadi lembut tanpa mengaburkan pandangan.

SOLARISASI : Proses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. Di tengah-tengah gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan pengembangannya.

SONAR AUTOFOCUS: Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar – dari kamera ke objek kembali ke kamera.

SPECIAL EFFECT: Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.

SPECIAL EFFECT FILTER : Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.

SPECIAL LENS : Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. Misalnya fish eye lens (lensa mata ikan – 180 derajat). yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.

SPECIAL PURPOSE LENS : Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa.

SPECIAL FILTER : Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiap-tiap titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. Sinar yang kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.

SPECTRUM :Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.

SPEEDLIGHT:Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.

SPEEDO SOLARISASI: Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).

STEREO CAMERA : Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto.

STILL LIFE : Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.

STOP : Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.

STOP BATH : Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.

STRIPPING FILM : Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.

STROBO : Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.

SUBTRACTIVE : Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.

SUPER WIDE LENS : Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.

SYNC CORD TERMINAL : Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat.

SYNC SHUTTER SPEED : Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat.

SYNCRO: Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro.

TABLE-STAND : Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.

TEXTURE : Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.

TELE CONVERTER: Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.

TELE LENS : Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif wajah yang mendekati aslinya. Misalnya: lensa 85 mm, lensa 135 mm, lensa 200 mm, dll.

TELEPHOTO LENS: Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.

TELEPHOTO MEDIUM:Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 – 135 mm.

TEST STRIP: Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
TILT HEAD: Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.
TIMER SWITCH :P engukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.

Top Light :Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda.

Transparan: Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.

Translusen: Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.

Transparancy : Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.

Tripod : Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.

Tripod Socket: Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.

TTL: Singkatan dari Through the Lens Metering. Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering). Kamera harus terisi film untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Atau dengan cara lain yaitu menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus menutupi seluruh jendela tersebut. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca pelat hitam penekan film.

Tungsten Film: Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.

Twin Lens Reflex:Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.

VARIO FOCAL LENS: Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.

VARIO LENS: Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya.

VERTICAL GRIP: Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.

VIEW CAMERA: Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna.

VIEW FINDER: Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.

WAIST LEVEL FINDER : Pembidik sebatas pinggang.

WARM TONE : Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.

WATT/SECOND (W/S): Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30.

WIDE ANGLE LENS: Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.

WIDE SHOT : Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie).
WIRELESS TT
L: Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.

WORM EYE : Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu.

ZONE SYSTE: Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.

ZOOM LENS: Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa.

ZOOM-BLUR: Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.

ZOOMING RING: Gelang batas rentang vario pada lensa zoom

dari beberapa sumber ,

termasuk dari beberapa rekan berikut:

http://tommyyoewono.com

http://www.arielz.net

Categories: Uncategorized

jenis jenis baterai handphone!!

Maret 25, 2010 4 komentar

Dari artikel sebelumnya (“apa sih penyebab baterai handphone boros”), saya menddapat komentar dari seorang kawan saya. Nah dari komentar tersebut menjadi inspirasi saya untuk menulis artikel ini, yakni Jenis-jenis baterai handphone.

Baterai menjadi salah satu barang yang sangat berarti bagi kita semua, apalagi kebutuhan handpone kini tak hanya sebagai alat berkomunikasi saja melainkan sebagai media hiburan, seperti music player, camera, GPS, aplikasi browser internet, situs sosial network, dan lain-lain. Tanpa ada perkembangan baterai seperti yang telah terjadi saat ini, handpone-handpone canggih sekarang tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan dapat mengoperasikan beberapa aplikasi dalam waktu yang lama. Mau tau beberapa tipe baterai handpone yang beredar di pasaran sekarang ini? ini dia khusus buat juragan-juragan! :D

Jenis-Jenis Baterai Handphone

1. NiCD
Baterai ini biasanya ditemui di baterai-baterai handpone tipe lama. Kelemahannya adalah ukurannya yang besar. selain itu memiliki memory effect, yakni baterai akan terasa cepat habis saat digunakan jika kita melakukan pengisian sebelum baterai habis. Oleh karena itu, perawatannya sangat susah, kita harus melakukan pengisian ulang atau recharge ketika baterai benar-benar habis. Selain hal- hal tersebut baterai ini mengandung racun yang membahayakan lingkungan.
2. NiMh (Nickel Metal Hydride)
Baterai ini Generasi baterai rechargable setelah NiCD. Baterai ini masih memiliki memory effect, namun bersifat sementara, yakni seperti ini, ketika baterai belum habis ( belum sampai mati/ belum sampai indikasi low bat) kita bisa men-charge baterai ini. Setelah penuh dan kita gunakan, baterai terasa cepat habis. Inilah dampak memory effect itu. Nah untuk menghilangkan memory effectnya kita bisa menggunakan baterai sampai benar-benar habis lalu isi ulang! Kelebihan bateran ini adalah memiliki ketahanan kurang lebih 30% lebih besar dari baterai NiCD.
3. Li-ion (Lithium Ion).
Kelebihan Baterai Generasi ini adalah sudah tidak memiliki memory effect, berat yang lebih ringan (20 s/d 30 % dari baterai sebelumnya. Namun dibalik kelebihan itu baterai ini memiliki kekurangan. yakni, baterai ini akan menurun kemampuannya jika terlalu sering kita men-charge berlebihan ( offer charge ), kemampuan itu baik daya simpan, maupun ketahanan supply daya ( akan cepat habis ). Overcharge disini diilustrasikan dilakukan pengisian terus menerus selama lebih dari 24 jam (non stop).
4. Li-Po ( Lithium Polymer)
Generasi paling baru yang beredar di pasaran. Kelebihannya antara lain adalah ramah lingkungan. Karakternya tak jauh beda dengan baterai Li-ion, namun dari segi perawatan harus lebih ekstra hati-hati. Karena sifatnya yang berupa cairan (liquid), baterai ini rawan mengalami perubahan bentuk. Jadi hati-hati terhadap benturan juragan!!!

demikian, semoga bermanfaat,

daftar pustaka artikel :
- beberapa website (www.cellpower.com), (www.batteryuniversity.com)
- tabloid pulsa edisi 170.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.